Selasa, 09 Agustus 2011

2 Minggu di London

Hal-hal yang paling gue inget selama Homestay bersama EF Language Travel (20 Juni 2011-4 Juli 2011) :


- Mansfield Road
Gue tinggal disana selama 2 minggu, bersama keluarga angkat yang baiiik banget (dan kebetulan muslim juga).

- Bus nomer 24
Dari Mansfield Road menuju Euston (tempat UCL berada, EF London menyewa gedung di UCL untuk dijadikan sekolah bagi kami) menaiki bus nomer 24 tujuan Pimlico. Pulangnya menaiki bus nomer 24 dari Warren Street-Mansfield Road (tujuan Hampstead Heath). Selama 2 minggu menaiki bus ini, jadi agak-agak rindu gimana gitu hahaha.

(Pemandangan diatas bus double decker)

- Sainsbury's
Indomaretnya orang Inggris, tempat favorit gue dikala sedang lapar. Ayam pedasnya mantab, jualan nasi juga, cocok di kantong harganya.

(ayam+nasi)

- Camden Market
Sebelum ke London emang gue udah yakin kalo ini pasar bakal asik banget, dan ternyata benar! Wajib banget kesana. Saran gue sih kalo mau beli oleh-oleh ya ke Camden Market saja. Mau makanan? Oh banyak banget pilihannya. Tempat asik banget dengan berbagai barang (yang kebanyakan barang jadul dan aneh-aneh). Sayangnya di kunjungan kedua gue di Camden gue sendirian, jadi ga foto-foto deh :-((


- London Underground/Tube
alias kereta bawah tanah, disebut MRT kalau di Singapura. Indonesia kapan punya ya? Hehe. Ya, setiap hari sewaktu disana, gue selalu naik ini kereta. Gue kangen baca Tube Map-nya. Kangen naik-turun stasiunnya.
(Salah satu underground station, Baker Street Station)

-Hampstead Heath Park
Di London banyaaak sekali taman, tapi yang paling bikin jatuh cinta ya ini. Luas banget. Ada telaganya. Banyak angsa. Ada bukitnya. Dekat rumah hostfam lagi haha tinggal jalan kaki. Cantik banget ini taman. Suatu hal yang jarang (atau bahkan tidak ada?) di Indonesia ya ini, taman-taman cantik, tempat untuk kumpul sama teman, mancing, jalan santai, naik sepeda, ngajak jalan-jalan anjing ataupun tempat untuk tiduran santai (tapi hati-hati sama "ranjau" anjing ya)


- Teman-Teman EF Homestay
Teman-teman dari Indonesia maupun Internasionalnya (ada dari Italy, Sweden, Finland, France) dan juga Local Leader di London yang asik-asik.
(ki-ka : Elin (Sweden), Dinda, Rizky, Batara, Mahomi (Swe), gue, Erik (swe), Juan (tour escortnya anak bule), Marcus (Swe)

-Bangunan
Ya, gue kangen sama bangunan-bangunan tua di London (walaupun bangunan di Perancis lebih berseni sih) haha dalam pandangan gue, London itu kota tua, yaa modern sih, tapi ya tua. Rumah-rumah disana mirip sama rumahnya Uncle Vernon di Harry Potter, kembar dempet gitu rumahnya. Pokoknya tinggal disana jadi inget film Harry Potter deh.


-Londoners
Alias orang Londonnya sendiri. London itu multikultural banget. Berbagai ras dan agama ada disini. Mau cari orang Islam bercadar? Oh ada. Yahudi dengan topinya? Oh ada (bahkan gue pernah lewat di area khusus Yahudi, lengkap dengan berbagai restoran yang menyajikan makanan Kosher). Kesannya memang warga London kurang ramah ya, tapi kalau kita bertanya, pasti mereka jawab dengan baik dan benar hehe (dibanding warga Perancis yang terlihat jutek dan kesannya gamau banget ngomong bahasa Inggris).


(foto diambil di depan Primark oxford street)

Inti dari perjalanan gue ke London, apakah bahasa Inggris jadi lancar? Enggak juga.. Karena menurut gue sekolahnya juga kurang intensif ya. Tapi manfaat dari program ini adalah untuk buka wawasan aja, belajar kultur orang, dan dapet teman-teman baru.

(foto-foto diambil menggunakan BlackBerry 8520, makanya kualitasnya jelek :-p )

-sekian & ta

Rabu, 13 Juli 2011

Makan dan Belanja Murah di London



Hah..

Tidak terasa sudah seminggu berlalu sejak gue meninggalkan London. Gue tinggal di London selama 2 minggu, mengikuti program EF Language Travel (homestay).

Di London, segalanya mahal, mulai dari pipis di stasiun underground yang tarifnya 30 pence sampai gantungan kunci/magnet kulkas yang harganya lebih dari 1 pound. 1 pound kan Rp.14000. Sakit hati banget deh disana hahaha.

Makanan? Jangan ditanya.. Mahal-mahal banget. Di Euston Underground Station (deket University College of London, tempat gue belajar english bersama EF), gue suka makan makanan Jepang, udon, yang harganya 5 pound. Enak? Biasa aja tuh. Makan di Burger King juga kisaran harganya segitu, burger kurang lebih 4 pound.

Nah, berhubung gue orangnya kere dan sangat pelit. Maka inilah tips makan murah di London ala gue :

-Makanlah di restoran KFC-KFCan, seperti Dixy Chicken atau Chicken Cottage, tersebar diseluruh London. Harganya lumayan murahlah (dibanding yang lain), apalagi kalo beli paket family, makan rame-rame, patungan ga sampe 3 pound, perut kenyaaang.

-Beli makanan di Sainsbury's (Indomaret-lah kalo di Indonesia). Ayam 3 potong harganya 1.5 pound, rasanya? Lumayanlah.. Atau kalau kangen nasi, bisa juga beli nasi + potongan ayam seharga... Lupa. Di Sainsbury's atau Tesco, pilihan makanannya bervariasi dengan harga cukup terjangkau.

-Kalau kere, jangan makan di restoran seperti Nando's (restoran meksiko) dll. Mahal.

-Di Oxford Street ada restoran Malaysia (kalau lagi kangen makanan bercita rasa Indonesia), namanya restoran Rasa Sayang. Rasanya lumayanlah, tapi harganya bagi gue cukup mahal, lebih dari 5 pound untuk sepiring nasi goreng. Hmm.

-Minum? Di London gue ga pernah minum air keran, beli aja di Sainsbury's (sekitar 49 pence)

Nah.. Setelah kenyang. Saatnya belanja. Berikut tempat belanja lumayan murah versi gue :

-Primark. Wajib banget dateng ke Primark walaupun sekedar lihat-lihat. Semua barang murah.. Tank top seharga 2 pound, kaos kaki seharga 1 pound. Kaos bergambar bendera UK seharga 3 pound (cocok buat oleh-oleh). Waktu di Primark gue ga ngeliatin harga-harga baju ceweknya, takut tak kuat iman dan akhirnya belanja banyak hahaha.

Di Primark ini semua orang kalap belanja. Wajarlah, karena memang harga yang ditawarkan sangat murah dan barang yang variatif. Kualitas? Aku tak tauu..

Cara menuju Primark : Naik tube, turun di Marble Arch station lalu nyebrang, sampailah di Primark, atau bisa juga turun di Bond Street (agak jauh, tapi gagapalah sekalian cuci mata). JANGAN turun di Oxford Circus. Bakal sengsara karena jalannya jauuuuuh banget.

-Oxford Street kalau mau beli oleh-oleh. Ga murah juga sih sebenarnya.

Di Oxford Street ini semua merk ada. Saran gue sih kalau belanja di Marks and Spencer aja, lumayanlah separo harga dibanding di Indonesia.

-CAMDEN MARKET. Tempat favorit gue di London. Camden Market ini dibagi lagi jadi Camden Lock, Stables Market terus... Aku tak tau lagi ya. Yang jelas pasar ini cukup besar.

Barang-barang yang dijual kebanyakan yang berbau punk atau gothic-gothic gitu. Atau barang-barang antik. Banyak juga baju-baju Victorian. Kalau mau belanja barang-barang unik lebih baik ke Camden.

Untuk belanja souvenir, saran gue sih beli di Camden Market saja, karena harga yang ditawarkan cukup murah dan bisa ditawar. Kaos I LOVE LONDON bisa seharga 5 pound (belum ditawar). Atau beli miniatur Big Ben dengan harga yang lebih murah dibanding di Baker Street (yaiyalah) (pengalaman pribadi, beli miniatur Big Ben di Baker Street seharga 20 pound, di Camden Market sama persis 15 pound belum ditawar).

Gue lebih nyaman berada di Camden Market dibanding Oxford Street, Oxford Street terlalu ramai hehe.

Di Camden Market juga banyak sekali pilihan makanan. Harga? Wah kurang tau ya.. Belum pernah makan disana.

Cara menuju Camden Market : Naik tube turun di Camden Town. Atau kalo gue sih suka naik Bus nomer 24 (24 to Hampstead Heath/Chalk Farm) turun di Hartland Road (pas di depan Stables Market)

Oiya, 1 hal yang wajib diingat : NAWAR!

-sekian & ta

Sabtu, 15 Januari 2011

Akhirnya Nulis Lagi

Aaaa....

Lalalalalalala.....

*Gatau mau nulis apa*

Oke, udah hampir setahun ya gue udah ga nulis-nulis lagi disini, uuh.. Waktu terasa sangat cepat. Banyak banget yang terjadi selama gue ga nulis-nulis, diantaranya :
- Gue makin cantik
- Ikan gue beranak banyak *gapenting*
- Gue udah ketrima kuliah di PTS di Jakarta
- Banyak lah, saking banyaknya gue sampe lupa

Karena bingung mau nulis apa, jadi gue mau menceritakan kehidupan gue di bulan Desember, antara lain saat sekolah gue kedatangan Rhoma Irama, iya benar, satria bergitar datang ke sekolah gue, tapi bukan buat nyanyi sih melainkan ceramah.

Waktu dia menginjakkan kaki ke sekolah gue, yang pertama gue pikirkan : Bulu dada, bulu dada, bulu dada, lalu berharap sapatau anaknya Rhoma dateng juga *ngarep* gelakguling



=================================================

Terus tentang liburan gue :

26 Desember 2010

Gue ada di Kudus, kondangan, terus mampir ke Masjid Menara Kudus

Disana jangan harap bisa shalat karena masjidnya udah penuuuuuh banget

27 Desember 2010 (di Jogja)

Gue mengunjungi desa-desa yang dulu kena musibah Merapi (yang kini jadi objek wisata, setiap masuk ke suatu desa kita harus nyumbang beberapa ribu rupiah), diantaranya :

Desa -gue-gatau-namanya di sekitar Kali Gendol

Motor aja bisa jadi kayak gini


Masih panas

Desa Umbulharjo *kalogasalah*

Banyak turisnya

MERAPI BUKAN TONTONAN, BANTU HIJAUKAN MERAPI

Ya, Merapi jadi gersang banget, padahal dulunya hijau

30 Desember 2010

Gue ke pasar malam/sekaten, dan ketemu @cdiorisa

Tong Setan

-sekian & ta

-= Oiya, gue pengen ganti template deh, ada yang mau bikinin :-p ?