Langsung ke konten utama

Jalan-Jalan : Nusa Lembongan + Biaya dan Tips Part.1

HALOOOOOO!

Sudah hampir 2 tahun saya tidak menulis di blog ini. Sepertinya trend blogging juga sudah menghilang digantikan oleh vlog-vlog gitu, ya? Teman-teman blogger saya pada zaman sekolah dulu juga sudah pada menghilang (dan beberapa sudah punya anak!). Saya sendiri pernah berniat untuk bikin vlog ala-ala anak muda zaman sekarang tapi apadaya terlalu malu untuk ngomong di depan kamera dan malas untuk editing videonya...

Anyways, I'm going to share my recent trip to Nusa Lembongan on May 2017.

Pelabuhan Mushroom Bay, Nusa Lembongan.

Pertama, yang harus kamu lakukan adalah : Beli tiket ke Bali! Kecuali memang sudah tinggal di Bali.. Terserah deh mau naik pesawat, bus, kereta, kapal laut, kapal api.

Kedua, setelah tiba di Bali, pergilah ke Sanur dan menuju booth penjualan tiket speedboat/slowboat yang ada di depan pantainya. Ada banyak sekali booth penjualan tiket namun saya menggunakan Optasal. Harga tiket untuk lokal adalah Rp.200.000 PP. Kami membeli tiket PP dengan tiket pulang berupa open ticket sehingga bebas memilih jadwal dengan terlebih dahulu konfirmasi ke booth tiket yang berada di Nusa Lembongan sekitar 1 jam sebelumnya. Berikut daftar tarifnya (yang tertera adalah tarif untuk wisatawan asing) :

Daftar tarif speedboat Optasal, mohon maaf fotonya kok miring gini..

Saya berdua dengan seorang teman membeli tiket untuk keberangkatan di siang hari, sebelum berangkat kami makan di warung sebelah booth penjualan tiket yakni Warung Mak Beng. Warung tersebut menjual ikan bakar dan sup ikan dengan harga enak namun agak mahal bagi kantong mahasiswa... (loh jadi review makanan?!)

Menjelang jam keberangkatan, kami mendengar pengumuman bahwa penumpang kapal menuju Mushroom Bay diharapkan untuk naik. Oh iya, terdapat 2 pelabuhan di Nusa Lembongan yakni Mushroom Bay dan Jungut Batu. Jangan sampai salah tujuan, ya! Karena walaupun pulaunya kecil..Ya..Jauh juga sih jarak antar port-nya.. Kebetulan tempat kami menginap berada dekat dengan pelabuhan Mushroom Bay, so, off we go....!

Oh iya, dikarenakan boat tidak bersandar di dermaga, maka untuk dapat menaikinya kita harus melewati pantainya terlebih dahulu dan menitipkan alas kaki ke dalam bak si abang kapalnya. Maka sebaiknya gunakan sandal jepit karet agar mudah untuk dilepas dan jangan mengenakan sepatu kulit fancy karena agak sayang kalau terlindas oleh sandal sandal berpasir di dalam bak..

Perjuangan untuk naik ke kapal

TIPS DI SPEEDBOAT MENUJU NUSA LEMBONGAN :
1. Jangan duduk di depan
2. Sebisa mungkin duduk di belakang
3. Kalau sudah terlanjur duduk di depan berdoa-lah agar penderitaan segera berakhir

Kami duduk di barisan terdepan dan perasaan menyesal langsung datang... ENGGA ENAK BANGET YA DUDUK GAJRUK-GAJRUKAN GITU. Pantat kami seketika langsung sakit dan teman saya pucat dan panik serta ingin muntah karena hentakan kapal sangat terasa. (Pada saat pulang kami memilih duduk di barisan belakang dan perjalanan terasa begitu indah). Saya lupa berapa lama perjalanan berlangsung namun sepertinya hanya 30 menit dan kami-pun tiba di Nusa Lembongan yang luar biasa cantiknya itu..

Penderitaan hampir berakhir ketika Nusa Lembongan sudah di depan mata

Saat kami tiba beberapa penduduk mulai menawarkan jasa penyewaan motor mereka, kami mengikuti salah satu abang-abang tersebut dan mulai menawar secara sadis. Akhirnya kami mendapatkan harga sewa motor sejumlah Rp. 65.000/hari dengan bensin penuh setelah tawar menawar dengan harga awal Rp.70.000. Kami menyewa selama 2 hari pada awalnya, kemudian di hari ke-tiga kami ingin menyewa kembali dan diberikan motor lain dengan bensin penuh seharga Rp.60.000/hari. Motornya berupa motor matik dan lumayan nyaman untuk dikendarai (menurut teman saya, saya sih tidak bisa bawa motor). So, pintar-pintarlah menawar.

Nomer abangnya jika ada yang butuh

Setelah itu, abangnya yang baik hati kebetulan juga ingin pulang kemudian dia mengantarkan kami ke penginapan kami yang terletak dekat dengan port dan super strategis di pinggir jalan utama yakni : Nusa Garden Homestay. I LOVE THIS HOMESTAY SO MUCH! Dengan tarif Rp.200.000/malam kami mendapat kamar yang lumayan luas dengan kasur nyaman, terdapat juga AC dan fasilitas wifi yang kencang, serta kamar mandi dalam dengan konsep semi-outdoor disertai pemanas air (yang unstable tapi yaudalahya). Disediakan pula teh dan kopi serta 2 botol air mineral dan ketel air serasa di hotel! Hanya terdapat 3 kamar di penginapan ini dan semuanya mempunyai teras yang mengadap taman kecil. Saya sangat merekomendasikan penginapan ini untuk siapapun yang berkunjung ke Nusa Lembongan. Saya pribadi sangat menyesal karena hanya menginap 1 hari di penginapan tersebut, seandainya saya tahu bahwa dengan Rp.200.000 sudah bisa mendapatkan kamar seasik itu sih saya ogah menginap di tempat yang lebih mahal! Oh iya saya memesan kamar ini via Booking.com dan tidak ada masalah sama sekali pada saat check-in.

Kamar kami yang super nyaman dan bersih

Setelah meletakkan barang-barang, kamipun berkeliling pulau sembari mencari operator untuk snorkeling trip kami keesokan harinya setelah itu kami pergi menuju : Nusa Ceningan.

Nusa Ceningan sendiri adalah pulau tetangga dari Nusa Lembongan, untuk menuju ke sana terdapat sebuah jembatan yang terkenal dengan nama Yellow Bridge alias Jembatan Kuning yang sempat rubuh beberapa waktu silam namun sudah dibangun kembali.

The Yellow Bridge!

Pulau ini mungil dan sangat cantik. Kami langsung menuju ke Blue Lagoon yang cantiknya bikin betah untuk nongkrong di situ.

Cantiknyaaaa

Setelah itu, kami ingin melihat sunset di beach club terkenal terutama di kalangan Instagrammers karena tempatnya yang katanya Instagrammable itu,,, (Kemudian sekarang saya baru sadar kok ga foto-foto sama sekali di sana) : LE PIRATE BEACH CLUB.

Le Pirate ini selain mempunyai tempat makan dan bar juga punya beberapa rumah (super) mini sebagai penginapan (yang sangat instagrammable itu..yang lucu itu..katanya). Untuk menginap di sanapun harus booking jauh-jauh hari melalui website mereka. Lalu kami, karena tidak ada budget untuk menginap di tempat lucu itu, dengan modal minuman 1 gelas (yang harganya bisa untuk makan 2x sebenarnya..), dapat menikmati sunset yang super bagus. Pada saat kami datang memang tidak ramai beach club tersebut, namun karena kami tidak ingin spot terbaik direbut orang, maka kami sejak matahari masih terang-terangnya sudah nongkrong di bangku yang membuat kulit perih asoy + gosong.
 Penginapan "instagrammable"

 Bar-nya

Ini kolamnya Le Pirate yang terkenal itu... Eh ternyata kecil

Beautiful sunset

Karena hari sudah gelap dan saya takut gelap-gelapan maka kami pulang ke Nusa Lembongan dan mencari makan malam setelah itu tidur karena besok paginya akan melihat Manta Ray di Nusa Penida.

TIPS MAKAN HEMAT DI NUSA LEMBONGAN :
Mayoritas pengunjung Nusa Lembongan adalah turis asing, jarang sekali terlihat turis lokal pada saat saya berkunjung di sana. Maka harga makanannya pun agak mahal pula.

Pada hari pertama saya terjebak makan nasi goreng rasa pas-pasan seharga Rp.25.000. Kemudian kami mencari lagi makanan dan menemukan warung favorit kami yakni : WARUNG 99. Jangan sampai salah dengan Warung 99 Meal House yang terletak di pinggir pantai di Jungutbatu ya karena harganya beda...j a u h. Saya sudah membuktikannya. Percayalah! Percayalah!

Warung 99 ini letaknya bersebelahan dengan sebuah toko souvenir dan lokasinya bersamaan dengan toko...bantal (?) bernama QQ Cushion. Letaknya dekat dengan The BAR. Jadi kalau dari arah Mushroom Bay Beach jalan aja terus menyusuri jalan utama kemudian melewati The BAR di sebelah kanan jalan nah jalan lagi sampai lewat toko souvenir di sebelah kiri nah ada Warung 99 di sebelahnya. Ini locationnya di Google Map : https://goo.gl/maps/nuYiVFLKcS72 

Memang warung ini tampak sepi dan tidak hits seperti tempat makan lainnya. Namun jika ingin makan murah, enak dan kenyang di sini tempatnya! Harga mie ayam bakso Rp.15.000 dengan porsi besar. Favorit saya adalah mie goreng instan + telor seharga Rp.10.000 hehehe.

Jika di daerah Mushroom warung favorit kami adalah Warung 99, di daerah Jungutbatu maka warung favorit kami adalah Warung Prema 2.

Warung Prema 2 (BUKAN Warung Prema aja ya guys karena ada tapi beda) ini lokasinya berada di depan (geser dikit deh) operator snorkeling kami yakni D&B Warung, sebelum Bali Eco Deli yang terkenal itu. Tempatnya kayak tenda gitu. Menjual nasi campur yang enaaaaaaaaak buanget, ga lebay tapi beneran enak banget, dengan harga Rp.15.000-20.000 kita bisa dapat nasi dengan aneka lauk pauk dan sayur serta ada supnya! Minta ekstra sambal biar tambah maknyus!

Mungkin ada lagi warung-warung makan di pulau tersebut dengan harga murah.. Namun, berdasarkan survey asal kami yakni dengan cara mampir ke tempat makan dan bertanya harga atau membuka menu kemudian kabur karena harganya agak mahal (menurut kantong saya karena mahal murah kan relatif, ya). Tapi memang harga makanan di Nusa Lembongan relatif lebih murah dari di Bali.

Sekian tulisan bagian pertama ini. Semoga ada manfaat yang dapat diambil dari saya -yang sudah bertahun-tahun tidak nulis- ini.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan dan Belanja Murah di London

Hah..
Tidak terasa sudah seminggu berlalu sejak gue meninggalkan London. Gue tinggal di London selama 2 minggu, mengikuti program EF Language Travel (homestay).
Di London, segalanya mahal, mulai dari pipis di stasiun underground yang tarifnya 30 pence sampai gantungan kunci/magnet kulkas yang harganya lebih dari 1 pound. 1 pound kan Rp.14000. Sakit hati banget deh disana hahaha.
Makanan? Jangan ditanya.. Mahal-mahal banget. Di Euston Underground Station (deket University College of London, tempat gue belajar english bersama EF), gue suka makan makanan Jepang, udon, yang harganya 5 pound. Enak? Biasa aja tuh. Makan di Burger King juga kisaran harganya segitu, burger kurang lebih 4 pound.
Nah, berhubung gue orangnya kere dan sangat pelit. Maka inilah tips makan murah di London ala gue :
-Makanlah di restoran KFC-KFCan, seperti Dixy Chicken atau Chicken Cottage, tersebar diseluruh London. Harganya lumayan murahlah (dibanding yang lain), apalagi kalo beli paket family, makan rame-rame, patunga…

2 Minggu di London

Hal-hal yang paling gue inget selama Homestay bersama EF Language Travel (20 Juni 2011-4 Juli 2011) :

- Mansfield Road Gue tinggal disana selama 2 minggu, bersama keluarga angkat yang baiiik banget (dan kebetulan muslim juga).
- Bus nomer 24 Dari Mansfield Road menuju Euston (tempat UCL berada, EF London menyewa gedung di UCL untuk dijadikan sekolah bagi kami) menaiki bus nomer 24 tujuan Pimlico. Pulangnya menaiki bus nomer 24 dari Warren Street-Mansfield Road (tujuan Hampstead Heath). Selama 2 minggu menaiki bus ini, jadi agak-agak rindu gimana gitu hahaha.
(Pemandangan diatas bus double decker)
- Sainsbury's Indomaretnya orang Inggris, tempat favorit gue dikala sedang lapar. Ayam pedasnya mantab, jualan nasi juga, cocok di kantong harganya.
(ayam+nasi)
- Camden Market Sebelum ke London emang gue udah yakin kalo ini pasar bakal asik banget, dan ternyata benar! Wajib banget kesana. Saran gue sih kalo mau beli oleh-oleh ya ke Camden Market saja. Mau makanan? Oh banyak banget pilihannya. Te…

P S K

Pelabuhan Sunda Kelapa yaa.. Bukan PSK-PSK yang lain

Mas-mas anak nongkrong Pelabuhan.

Jadi kan tanggal 6 April yang lalu gue maen ke Kota Tua tuh, masih dengan tetangga gue dan masih naik kereta, sama seperti jalan-jalan yang lalu.

Naik kereta dari Bekasi-Jakarta Kota... brrrmm..brrrmmm.. godokgodok..gedekgedek..jegesjeges.. Nyampe stasiun Kota, jalan kaki ke depan Museum Fatahillah, di tawarin nyewa sepeda+abangnya (karena gue udah lupa caranya naik sepeda), dianterin ke 5 tempat gitu (PSK, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Jembatan Intan n Toko Merah) (FYI gue diboncengin abangnya, tapi tetangga gue bawa sepeda sendiri)

Jadi pertama, kami datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa, ya.. emang target gue awalnya cuma pengen ke situ sih, mau hunting foto ceritanya..

Nah nah nah di Pelabuhan Sunda Kelapa ini, sama abang-sepedanya kita di ajak ke atas kapal... Masalahnya bukan terletak di : "kita di ajak ke atas kapal" tapi BEGIMANA CARANYA NAIK KE ATAS KAPAL YANG-LAGI-DI-CUCI itu karena g…